Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Alasan Pria Masih Single di Usia 29 Tahun

 

Ini bukan sebuah aib atau menyalahkan dosa masa lalu. Akui saja bahwa kemampuan menggaet wanita tidak semudah dulu saat muda. Tapi sebenarnya bukan dua alasan itu mengapa pria seperti saya masih single. Mungkin saya tidak sendiri, masih banyak dari pria-pria yang bahkan diatas usia saya pun masih asyik dengan kehidupannya.

Sepertinya kebingungan saya untuk menjelaskan kepada orang lain mengapa masih single sedikit terbantu dengan postingan dari website sidomi.com. Isinya kurang lebih sama dan 85% hampir benar. Bila ada yang merasa sama dengan saya, mungkin ini bisa jadi referensi buat Anda.

Masih ingin fokus berkarir

Meskipun usia hampir atau sudah menginjak 30-an tahun, tidak semua pria ingin mengakhiri masa lajangnya. Sebagian mereka mempertahankan egonya untuk tetap fokus dahulu dalam meniti karir. Mereka beranggapan bahwa status lajang memudahkan untuk berkonsentrasi saat bekerja.

Ingin menikmati suasana bebas

Sebagian pria  menunda menikah juga disebabkan oleh alasan kebebasan dalam hidup. Mereka menyadari bahwa kehidupan pasca pernikahan akan penuh dengan aturan rumah tangga. Sebagian pria menganggap menikah bisa menghalangi kebebasan tersebut.

Masih punya tanggungan dalam keluarga

Ada juga pria dalam posisi menjadi kepala rumah tangga bagi keluarga besarnya akibat meninggalnya sang ayah.  Bisa juga, pria masih perlu membiaya adiknya yang masih sekolah. Hal ini menjadikannya harus menunda pernikahan lantaran urusan keluarganya dinilai jauh lebih penting ketimbang memutuskan untuk menikah.

Tidak siap dengan finansial

Kala penghasilan pria masih pas-pasan, dia juga akan berpikir untuk menikah. Dia khawatir tidak mampu menghidupi rumah tangganya kelak jika buru-buru.

Belum siap dengan komitmen


Terutama untuk pria playboy, faktor tidak siap dengan komitmen adalah alasan utama yang menghalanginya menikah. Dia masih ragu untuk menentukan seorang wanita spesial yang akan dinikahi.

Original Posting klik disini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini