Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidak Ada Blogger Semarang di Liga Blogger Indonesia Musim ke-4/2016


Manchester United kembali tumbang di kandang. Lawannya pun bukan datang dari calon juara. Ya Norwich, Selamat kalau begitu. Sebagai fans, saya marah. Sama seperti kompetisi blogger yang segera menghelat kompetisinya di bulan Januari 2016. Tidak ada wakil Semarang, saya marah dan sedih juga.

Dear blogger Semarang,

Mungkin sebagian dari kalian ada yang sudah tahu Liga Blogger Indonesia. Bila belum tahu, saya akan sedikit ceritakan sebagai berikut. Liga Blogger Indonesia atau LBI sudah masuk edisi keempat tahun 2016. Penyelenggaranya dotsemarang. Ngomongin dotsemarang, pasti kalian tahu siapa orangnya.

LBI dimulai tahun 2013 dan hingga tahun ini, sang juara pun tidak ada datang dari kota Semarang. Sebagai penyelenggara, saya gagal menumbuhkan antusias meski puja-puji datang dari banyak blogger yang mengatakan Semarang keren karena menginisiasi penyelenggaraan yang fenomenal ini. Maklum, ini baru satu-satunya ada di dunia.

Saya sedih, galau dan ingin sekali keluar dari belakang layar sebagai penyelenggara. Bila tidak ada yang bisa menjadi juara, biarkan saya saja yang bermain. Tapi, itu tidak mungkin. LBI lahir dari sebuah kreatifitas dan inovasi serta tekad untuk menyemarakkan dunia perbloggeran tanah air.

Bila Anda menerima mention saya dari twitter, semoga Anda baca postingan ini, saya hanya ingin memberitahu kepada kalian semua. Bahwa Liga Blogger Indonesia dibuat dan diselenggarakan dari kota Semarang, semoga tahun 2017, ada blogger Semarang yang tertarik buat ikutan atau merekomendasikan kompetisi ini kepada yang ingin semangat nulis blog.


Karena apa? Saya tidak ingin tahun 2016 ini terulang lagi tahun depannya. Dalam sebuah permainan sepakbola, maka menendang pelatih, mengucurkan dana, mencari bibit terbaik pastilah dilakukan. Tapi disini, kompetisi nulis blog, tidak diperlukan. Saya hanya berharap kalian tahu bahwa LBI dari Semarang.

Mereka yang bersemangat

Saya senang sekali melihat antusias blogger dari kota lain yang mengikuti LBI. Kadang saya berpikir ketika mereka kalah, saya ingin sekali menolong mereka. Sayang, kompetisi ditentuin dengan poin dan lawan. Jadi, keputusan bukan pada hati nurani. Lebih kepada keberanian dan konsistensi.

...

Saya pernah buat acara semacam konferensi pers saat launching LBI musim kedua. Saya mengundang banyak orang dan komunitas. Saya juga pernah buat roadshow ke beberapa kota dengan mengenalkan LBI, dan saya pernah persentase dihadapan banyak blogger yang sekarang mungkin bisa disebut profesional, bos-bos perusahaan telekomunikasi, blogger senior dan bla..bla.

Bahkan, hadiah yang diberikan dari kantong sendiri maupun donasi. Tapi bukan itu yang ingin saya katakan lewat postingan ini. Saya hanya bilang, ayo semarakkan kota Semarang sebagai tuan rumah dan penyelenggara bahwa kota kita lebih besar dari sisi bloggernya di turnamen Liga Blogger Indonesia. Jangan sampai kesalahan ini muncul lagi tahun berikutnya.

  • Begini salah satu satu cara memberikan hadiah kepada peserta LBI - DONASI.

**Saya mengerti bahwa ngeblog itu tak perlu dipaksa atau dibuat begini. Saya mengerti bahwa tidak perlu berkompetisi untuk disebut blogger. Yang saya tidak mengerti adalah saya hanya berharap lebih tapi tak pernah dapat.

***Saya tampak bodoh sendiri ketika menganjurkan orang ngeblog malah saya sendiri tidak dapat berbuat apa-apa. Seperti ungkapan, tong kosong nyaring bunyinya.


Komentar

  1. Asmarie, selamat dan sukses untuk LBI nya yaa. Ada beberapa alasan kenapa aku ngga ikutan, ntar lah yaa kita ngobrol2 lagi offline aja yaak ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini