Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Lakukan Apa yang Kamu Cintai


Banyak orang menerjemahkan kalimat tersebut dengan kata 'passion'. Saya sendiri cenderung mengartikannya sebagai sebuah pilihan pekerjaan yang kita geluti. Apakah sengaja dipilih ataukah sebuah keterpaksaan.

Kalau sudah berani mengatakan, 'Saya ambil pekerjaan itu', maka mutlak untuk Anda mencintai pekerjaan tersebut secara total. Kalau prinsip saya ini sesuai dengan pandangan Anda, maka kesempurnaan dalam pekerjaan adalah keputusan. Seseorang harus membuat komitmen agar sempurna dalam melakukan pekerjaannya.

Anda tidak perlu menjadi orang terbaik sejagad raya agar diketahui setiap orang. Sukses dalam bidang Anda cukup menjadi terbaik diantara teman-teman di sekitar Anda. Sudah sangat.. sudah cukup.

Sukses tersebut hanya didapat oleh orang-orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi untuk sukses. Setiap orang memiliki kemampuan, tetapi kelebihan membutuhkan kerja keras.

...

Sudah semangat lagi. Tulisan diatas saya ambil dari majalah 'Marketing' edisi November 2015. Kolom Selling & Distribusi yang diisi oleh pak Mindiarto Djugorahardho. Salam kenal, pak.

Alasan saya menulis ini karena membuat orang seperti saya lebih termotivasi. Apalagi saya termasuk orang yang sedang bertahan dengan passion alias mencintai apa yang dilakukan.

Buat adik saya, hambatan terbesar saat mengembangkan passion adalah diri sendiri. Mungkin sangat sulit untuk bertahan disana, tapi asal kamu dapat bertahan, kamu bisa selangkah lebih maju dari sekitarmu.

Mungkin yang baca blog ini juga ada yang sedang kurang semangat. Selamat, Anda sudah benar datang kesini.

*Masih ada yang lain sebenarnya yang perlu saya tulis disini. Tapi lihat saja nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini