Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Gunakan Waktu Secara Produktif!


Waktu yang Anda miliki adalah aset Anda, dan waktu tersebutlah yang perlu Anda jual. Cara menggunakan waktu merupakan cerminan standar hidup Anda. Putuskan dan gunakan waktu secara bijaksana sehingga akan menjadi produktif.

Selamat hari Natal buat teman-teman yang merayakan. Jadi ingat dulu saat masih tinggal di komplek Kehutanan (Samarinda). Merayakan hari natal mirip merayakan hari raya. Karena masih anak-anak, saya dan beberapa teman komplek mendatangi rumah-rumah yang merayakan natal. Yang menyenangkan waktu itu adalah pulang membawa kaleng Coca-Cola. Hehe..

Hari ini sepertinya langit senang dengan perayaan natal. Buktinya cuaca cerah pagi ini di kota Semarang. Termasuk juga kemarin, hari maulid Nabi Muhammad SAW.

Soal waktu

Postingan ini merupakan sambungan yang sebelumnya. Pagi ini saya masih bisa bangun pagi diatas jam 4. Sesuatu kebiasaan yang membuat dunia sendiri terbalik. Hati saya pernah bilang, bila kamu tidak punya uang setidaknya kamu punya waktu. Pilih mana, uang atau waktu?

Itu sama-sama pentingnya buat saya. Berarti karena saya tidak punya uang, mungkin saya akan investasikan waktu saya untuk sesuatu hal yang berguna.

Gunakan waktu dengan produktif

Sudah baca paragraf pertama diatas. Ini lanjutannya. Biasakan lakukan sesuatu dengan sebuah daftar kegiatan dan daftar pioritas harian. Tentukan secara jelas sasarannya, buat lebih spesifik target pencapaiannya, secara kuantitas maupun kualitas.

Saat melaksanakan tugas tersebut, kerjakanlah secara fokus dan konsentrasi tinggi. Evaluasi tingkat keberhasilan setiap bagian dari daftar kegiatan itu. Carilah solusi untuk pencapaiannya di bawah standar, dan perkuat/sempurnakan semua pencapaian yang sudah baik.

...

Postingan ini adalah bagian dari halaman 'Sukses dapat diprediksi' by Mindiarto Djugorahardjo - Majalah Marketing edisini November 2015.

Postingan terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini