Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Latihlah Diri Anda Seperti Cermin


Perlakukanlah orang lain seperti Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Ini kunci latihan seperti cermin, ketika Anda tersenyum maka Anda pun akan memperoleh senyum dari orang lain, begitu pun sebaliknya.



Senin, 28 Desember 2015. Hari-hari menanti pergantian tahun. Pagi ini cuaca Semarang cerah dan tenang. Saya terus belajar konsisten dengan cara salat. Semoga saja ini benar.

Postingan 'motivasi' ini saya ambil dari majalah Marketing edisi Desember 2015. Banyak sekali inspirasinya. Bahkan saya berpikir mau membuat ebook majalah-majalah yang saya beli ini. Ketimbang rusak karena disimpan. Semoga saja saya tidak dituntut karena menyebarkan ini nantinya.

Lanjut paragraf pertama,

Selain tindakan yang 'fair', ini juga bagian dari apa yang kita peroleh dari perbuatan kita. Ketika kita bertindak curang, maka bersiap-siaplah kita akan menerima karma atas kecurangan tersebut. Dapat juga dengan cara bertanya pada diri sendiri sebelum bertindak, yaitu "Akan menjadi seperti apa perusahaan ini jika orang-orang di dalam tim kerja saya sama seperti diri saya?"

...

Saat menulis ini saya mendengarkan lagu Opick. Nggak penting, ya. Biar saja. Saya hanya bercerita. Jadi kesimpulan tentang postingan ini adalah.

Menjadi baik adalah dambaan semua orang dan bahkan, menjadi baik itu tidak mudah menurut saya. Lakukan yang terbaik pada diri sendiri terlebih dahulu. Tersenyumlah pada cermin, tertawalah, dan katakan baik-baik saja. Maka cermin itu akan memantulkan apa yang kita berikan.

Saya berharap demikian meski sebagian tak pernah berakhir bahagia. Karena hidup selalu punya gelombangnya sendiri-sendiri.

Gambar : Google

Komentar

Postingan populer dari blog ini