Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hari Ibu, 22 Desember



Apa yang mau ditulis dihari ibu? Bingung sendiri. Sebagian orang yang memiliki ibu memiliki banyak cerita menarik. Mulai dari rasa bangga, bahagia, maupun yang sedih. Saya sendiri, entahlah? Bersikap seperti tidak terjadi apa-apa cuma itu yang bisa dilakukan hari ini.


Selamat hari ibu, mamaku sayang. Maaf hingga sekarang belum bisa berikan yang terbaik. Yang pasti jika ditanya ibu yang terbaik di dunia, hanya satu ibuku. Lupakan soal cerita ini yang nantinya membuat sedih.

Tetap semangat, mah. Dan lekas sembuh. Jangan biarkan dirimu kalah dengan pikiran-pikiran negatif disekitar. 100 tahun seolah tak berarti, tapi 100 tahun nanti, engkau pasti melihat orang-orang yang kau cintai menjadi yang terbaik bagi diri mereka sendiri.

Cepat sembuh, mah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini