Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

SEO & Adsen, Cara Menghasilkan Duit yang Disukai Blogger Ini



Buat blogger, memahami SEO, Adsen dan algoritma lainnya itu sangat menarik. Tapi tidak begitu menarik buat saya. Tapi pengalaman bertemu salah satu jurnalis, membuat saya tahu bahwa buat mereka itu sangat menarik. Salah satu pengalaman menarik yang patut diabadikan disini.


Saya sedang berada di acara konferensi pers bersama awak jurnalis, jumat siang (11/12). Lagi-lagi saya terjebak diantara mereka. Untuk seorang blogger yang sendirian, tentu itu menyenangkan.

Saya berkenalan dengan salah satu jurnalis dan bercerita tentang SEO dan Adsen. Komunitas yang diikutinya, daerah Pati, sangat tertarik dengan cara tersebut. Bagi sebagian dari mereka, mendapatkan uang dengan adsen membuat semuanya memiliki harapan tinggi.

Lantas, omongan tersebut saya cut. Saya kok nggak tertarik dengan itu semua. Dan lagian yang bicara SEO atau Adsen itu sebelum bumingnya blogger sekarang sudah ada. Mereka biasa dinamakan web marketing atau devloper. Namun entahlah, kenapa istilah blogger sekarang malah jadi ikut tercampur.

Lalu, si jurnalis itu berkata bahwa mas sih profesional makanya nggak mau yang begituan. Duh, saya keki jadinya. Dikira orang-orang seperti saya sudah profesional. Padahal masih susah mencari duit mengandalkan blog.

Mengenal SEO dan adsen

Saya bukan anti atau tidak tahu tentang kedua istilah diatas. Hanya saja sebelum saya ngeblog, saya sudah berkenalan dengan hal tersebut. Tapi saya tidak menyebut sebagai blogger dulunya. Saya kenal dengan orang-orang ini biasa mereka disebut webmaker, devloper, internet marketing dan sebagainya.

Agak rancu sekarang. Namun karena istilah blogger semakin membumi, hakikat ngeblog yang hanya mengandalkan tulisan (jaman Raditya Dika) semakin aneh saja. Memang sih perpaduan ngeblog, SEO dan adsen saat ini sudah luar biasa. 

Tapi mbok, jangan disebut blogger. Kan internet marketing, webmaker itu lebih keren. Jangan ambil jatah orang-orang yang mengambil istilah blogger sebagai sesuatu yang dianggap keren.

...

Ini hanya soal sudut pandang dan kadang kita benar dengan pandangan yang kita tawarkan. Memadukan SEO untuk mendapatkan Adsen memang sudah lumrah. Tapi hakikat ngeblog lebih soal konten dan bercerita semenarik mungkin. 

Ini karena blogger memiliki rasa dan perasaan saat menulis. Optimis, sudut pandang dan bonusnya rupiah bila mereka konsisten. Kalau sudah membahas SEO, pastikan Anda lebih keren dari sekedar ngeblog yang menggunakan domain gratisan.

Meski saya tidak pernah bermain ini semua mulai ngeblog dulu, tapi blogger-blogger yang ada di daerah lain memang punya antusias tinggi. Mungkin saja terpapar informasi seperti ini yang mengalir deras. Ya, dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Hehe... maaf yah mas jurnalis. Bukan meremehkan, saya malah ingin juga belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini