Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kesalahan Berkomunitas, Membiarkan Anggota Eksis Berbagai Kegiatan


Karena sifatnya yang flexibel, komunitas kerap memberikan kelonggaran kepada anggotanya untuk berkegiatan di komunitas lain. Terlebih anggota yang punya kemampuan lebih dan mencari pijakan sebagai jembatan guna sesuatu yang lebih baik.


Dini hari ini saya terbangun, dan melihat isi timeline. Salah satu member dotsemarang dulunya tiba-tiba melintas begitu saja di timeline. Saya langsung kepikiran, mengapa komunitas saya tidak dapat bertahan bila melihat potensi orang-orangnya.

Berikut kesalahan komunitas mengambil sudut pandang saya sebagai subjek

Membiarkan mereka bergabung dengan komunitas lain

Beberapa orang yang pernah menjadi member komunitas di dotsemarang, memiliki banyak aktivitas lain. Mereka ada yang ikut ini dan itu, tanpa sepengatahuan saya maupun ada yang saya ketahui.

Masalahnya adalah ketika member merasa nyaman dan mendapatkan tempat lebih layak, mereka mulai tidak peduli dengan komunitasnya. Mereka terjun bebas dengan berbagai kemampuan yang baru dimiliki.

Bermasalah dengan Internal komunitas

Cinta, ketidakcocokan antar anggota hingga rasa percaya yang berkurang merupakan kesalahan kedua dalam berkomunitas. Saya ingat betul ketika para member jatuh cinta antar sesama member (beda kelamin yang jelas).

Mereka punya semangat diawal-awal, dan ketika putus, mereka sudah jarang terlihat. Sama-sama menghindar dan tidak berpikir bagaimana nasib komunitas tersebut untuk beberapa waktu.

Sama seperti kasus pertama soal cinta, kasus kedua ini mampu memberi dampak yang tidak baik juga. Ketidakcocokan sesama member, mulai dari rasa iri, tidak puas, berat sebelah dan sebagainya membuat komunitas menjadi goyah.

Member baru yang sudah berkomunitas

Saya pernah menerima beberapa member yang sebenarnya mereka sudah punya komunitas, tapi memutuskan ikut bergabung. Rasa terbuka dan kekeluargaan menerima siapa saja ternyata menjadi bumerang sendiri untuk perkembangan komunitas.

Awal-awal mereka mengikuti arus, kemudian mereka mengatakan di sini lebih baik dan pada akhirnya saat komunitas bermasalah, mereka kembali ke komunitas awal. Dan disitulah, komunitas sudah tidak punya dorongan untuk melanjutkan perjalanannya.

...

Intinya ada pada poin pertama, bagaimana seseorang yang berhasil berkembang dengan satu komunitas kemudian mencoba bergabung dengan berbagai komunitas. Pengalaman sebelumnya dibawa dan dicampur dengan pengalaman baru. Hasilnya, sebuah kemampuan yang menumbuhkan rasa percaya diri.

Kesemuanya seperti sebuah siklus alami yang sudah pakem dan tidak terelakkan. Dan saya sudah tersadar bahwa saya sudah sendiri saat ini.

Pesannya buat komunitas terutama pendiri atau yang menginisiasi, meski komunitas sifatnya lebih flexibel, jangan biarkan anggota Anda terlalu terlibat di sebuah komunitas lain seperti menjadi pemimpin di sana atau mendapatkan apresiasi. Bukan untuk mengekang atau terlalu otoriter, saya bukan begitu orangnya. Buktinya komunitas saya tidak ada sekarang.

Mengapa? Karena Anda dan komunitas yang Anda bangun hanya sebagai batu loncatan semata.

**Postingan ini bukan untuk memojokkan seseorang, tapi untuk mendapatkan saran dan belajar bila ada yang berkomunitas. Pelajarannya sudah saya tuliskan diatas dan langsung ada buktinya. Tetap semangat buat yang baru berkomunitas atau sedang membangun.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Jumlah Penggunaan Kuota Internet Bulananmu?

Mengenal Istilah Jam Kerja Hotel; Split atau Double Shift