Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tantangan Mengasuh Anak di Era Digital


[Ini adalah artikel ke-7 kategori rumah tangga] Orang tua harus menjadi contoh anak-anaknya untuk dapat membimbing mereka dalam masa pertumbuhan. Namun sayangnya, masih ada orang tua yang tidak sadar malah terjebak dengan kesenangannya sendiri.

Ini bukan tentang diri saya yang sudah menjadi orang tua (masih single). Tapi saya tertarik dengan artikel yang saya baca di beritasatu.com tentang Pola Asuh Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak.

Mengapa saya tulis? Ini karena disekitar saya, baik offline maupun online (terpapar di media sosial), banyak orang tua abai dengan pola asuh terhadap anak-anak mereka.

Tantangan di era digital

"Mendidik anak hari ini tidak mudah karena tantangannya berbeda dengan dulu sebelum hadirnya telepon pintar dan internet,"  Adiyati Fathu Roshonah - pakar parenting.

Menurutnya, di era teknologi informasi sekarang, pengasuhan anak sangat berat. Ini dikarenakan anak-anak sekarang dengan mudah mencari tahu lewat Internet. Mengapa mereka bisa internetan? Karena orang tuanya memberi anak-anak mereka gawai atau gadget sejak dini.

Tak terbayangkan bila orang tua abai saat anak-anak mereka mencari tahu informasi-informasi negatif lewat gadget mereka. Apalagi orang tuanya malah asyik sendiri dengan gadget mereka. 

Orang tua harus mengerti dan perlu banyak mendapat edukasi soal pengasuhan anak di era sekarang. Memang tidak mudah, tapi orang tua juga harus mengerti akan hal ini.

"Tidak hanya itu, anak-anak saat ini nyaris tidak bisa hidup tanpa internet, kalau sudah ada wifi baru bisa tenang," katanya lagi.

*duh.

...

Orang tua seperti ini rata-rata yang saya lihat adalah mereka yang begitu eksis di media sosial. Mereka mudah terlihat dengan berbagai foto bersama anak-anaknya. 

Kadang membuat iri juga orang-orang seperti saya yang dulu belum ada internet dan smartphone, namun juga membuat khawatir bagaimana orang tua sekarang harus menjaga anak-anak mereka.

Original link klik di sini.
Gambar : fortigro.dancow.co.id 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini