Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menahan Buang Air Kecil, Pengalaman yang Nggak Mengenakkan Saat Nonton di Bioskop


[Ini adalah artikel ke-12 kategori Kofindo] Semua orang tentu setuju, kalau pada saat nonton ada sesuatu yang nggak mengenakkan yaitu menahan buang air kecil atau pipis itu nggak menyenangkan. Sudah bayar, eh ditinggal sekian menit lagi. Buat saya pasti nggak asyik.

Hari kamis, saya masih setia pergi ke bioskop. Nontonnya sendiri, tidak berdua. Meski kadang berharap enakan berdua, tapi saya malah nggak percaya diri. Sebagai penonton tiap kamis beberapa tahun ini, ketika saya bawa seseorang, karyawan di bioskop sering ketawa jadinya.

Pertanyaannya pasti, tumben mas bawa teman. Apalagi perempuan, yah akhirnya ada yang nemenin. Haha.. antara bangga dan tidak kuat menahan tawa. Kasian orang yang dibawa harus menanggung derita. 

Cari adegan boring, baru keluar

Kembali ke topik utama saat menonton dan tiba-tiba kebelet mau kebelakang. Disitu saya kadang saya berharap, kapan bioskop ini punya toilet dalam seperti kamar hotel.

Cara satu-satunya untuk tidak merusak mood menonton adalah cari timing yang pas semisal adegan boring atau santai film yang sedang diputar.

Karena tidak ingin melewatkan sedetik pun, lari keluar ruangan adalah cara terbaik. Sudah di luar, sudah tidak peduli apa yang orang pikirkan tentang saya. 

...

Saya tidak punya tips khusus buat menahan kebelet, karena demi kebaikan khususnya kesehatan, lebih baik disegerakan pergi ke toilet.  Saran saya sebelum nonton, jangan kebanyakan minum. Itu saja. 

Tiap kamis saya pergi ke bioskop untuk menulis review film Indonesia di blog dotsemarang dengan kategori Kofindo. Kofindo ini sendiri dulunya wadah dan dianggap komunitas, tapi seiring waktu nasibnya sama seperti dotsemarang.

Yang membuat saya gagal ke bioskop hari kamis terkadang karena film yang tayang kurang menarik dan dompet sedang menipis. Kofindo fokus pada film Indonesia saja.

Follow Twitter @Kofindo

Artikel terkait :

Komentar

  1. Kemarin pas nonton aku mengalami ini. Lagi nonton kebelet, aku lari keluar toiletnya Paragon lagi rusak semua. Udah gak bisa pipis, harus melewatkan beberapa scene :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini