Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Darurat Bloger Laki di Semarang?


[Ini adalah artikel ke-63 kategori Blogger] Minggu awal Oktober, saya berkumpul dengan teman-teman bloger Semarang. Acara kopdar seperti biasa yang dilakukan rutin tiap bulan. Kali ini saya punya keresahan sendiri tentang diri saya yang identik dengan kaum hawa.

Jujur, kumpul begini selalu mengingatkan saya saat sekolah dulu. Baik SMP maupun SMA. Persoalannya bukan pada saya, tapi sudut pandang para pria yang menganggap saat 1 orang pria berkumpul dengan banyak wanita, pria tersebut dikaitkan dengan sesuatu yang negatif.

Memang itu cuma pikiran saya saja, tapi faktanya memang begitu saat dulu terjadi. Bisa ketebakkan, disatu sisi ada yang berharap dapat menjadi pria hebat dengan dikelilingi banyak wanita. Namun disatu sisi lain, ada keanehan dengan gerakan pria yang berkumpul bersama banyak wanita. Ih, jarinya kok lentik. Nah...lho. Apa gue bilang! *Ups... keceplosan bahasa gaul.

Grup WA

Dasarnya saya yang selalu mengumpulkan orang-orang yang memiliki kesamaan, maka lepasnya dotsemarang tidak lantas membuat saya kapok untuk membuat sesuatu yang kurang lebih sama.

Ibaratnya membuat produk, satu gagal maka dicoba dengan produk lain tapi dengan kemasan berbeda. Begitulah saya saat ini yang tak ingin terlihat tapi tetap membuat.


Grup WA yang saya buat memang bukan untuk tujuan membangun komunitas, tapi lebih soal wadah yang diharapkan menampung orang-orang yang punya minat dan semangat. Dari grup ini, ternyata isinya memang kebanyakan perempuan. Dan saya, adalah admin di sana yang punya akses khusus untuk menambah atau mengurangi.

Ini kesalahan saya yang memasukkan banyak bloger perempuan di sana. Tapi kalau dipikir kemana bloger lakinya, itu masalahnya.

Saya nggak suka orang yang nggak konsisten. Itu saja. Dan kebanyakan sekarang teman-teman bloger laki yang saya kenal ada yang tidak aktif di socmed dan ada yang aktif tapi jarang ngeblog.

Apakah Semarang darurat bloger laki?

Bercanda kok, banyak bloger lakinya sebenarnya. Hanya saja generasi yang ingin saya masukan sepertinya sudah habis. Bloger laki sudah pasti punya perkumpulannya sendiri, dan bahkan bertahun-tahun.

Mungkin saya saja yang berhasil bertahan diantara reruntuhan yang dulu saya bangun. Ada juga sebenarnya mantan-mantan dotsemarang yang masih ada di Semarang. Mungkin mereka kembali ke komunitas yang dulu pernah gabung pertama kali.

...

Membawa nama Semarang sebenarnya tidak pantas buat postingan ini. Hanya saja itu menarik dari sudut pandang saya dan yang terjadi saat pada saya. Buah pemikiran yang seharusnya memang dikeluarkan agar tidak menjadi penyakit.

Saya berharap kopdar selanjutnya ada bloger laki lebih banyak. Namun saya harus beritahukan terlebih dahulu di awal ketika besok akan diadakan kopdar lagi. 

Kopdar dengan mereka (bloger perempuan) buat Anda (pria) akan terlihat bangga tapi juga buat Anda seperti tiang yang berdiri dan diam, mendengarkan mereka bercerita panjang lebar. Haha...

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini