Edisi Lama : Belajar Dari Sahabat


[Artikel #18, kategori Causeway] Ini adalah edisi lama dari blog yang satunya ada di blogdetik. Postingan tentang teman lama dan isinya cuma cerita bagaimana si teman ngajarin saya bahasa Inggris lewat film. Tidak ada yang istimewa, hanya saja saya masih nggak bisa terlalu lancar berbahasa asing tersebut. Berikut ceritanya.


*ternyata tulisan awal-awal ngeblog masih sok pake gue-gue :)

Dengar-dengar fikri mengambil pekerjaan di Auckland, New Zealand ya, dengan rasa masih gak percaya dengan berita tersebut. Hebat!! Itulah sedikit banyak kekaguman gw terhadap sahabat gw ini dan salah satu anak Causeway yang terbilang pintar serta tampan diantara yang lain,*Jerpi, tedy dan gw sendiri yang hancur.wkwkw. Bernama lengkap Muhammad Fikri Azhari atau di sapa fikri ini adalah anak yang di lahirkan oleh seorang ibu Emy Suryani ini sungguh sangat membanggakan keluarganya, teman-temannya dan terpenting orang tua serta dirinya sendiri.

Setelah dulu menempuh Sekolah Menegah Pertama (SMP) bersama-sama gw termasuk Difa, Henry, Eman, Teddy, Jerpi dan anak Cas lainya, kebersamaan kita ternyata baru terlihat pada masa-masa SMA. Walaupun sudah kenal dari SMP kita baru menyongsong yang namanya tali persahabatan di kala semua umat Causeway mengambil SMA yang berbeda. Fikri melanjutkan SMA di Jogja, Difa di Semarang sedangkan gw mengikutin jejak sahabat-sahabat lainnya di Samarinda.

Hari demi hari semakin terasa kebersamaan kami yang sesungguhnya. Suka dan duka pernah kita alami. Bahkan pernah suatu hari, fikri membantu gw dalam beberapa masalah *masalah cinta, biasa laki-laki... Tankz bro. Beranjak kuliah, fikri yang lahir pada 24 December 1987 dan barusan ulang tahun di hari ini. Doi harus melanjutkan kuliah di University of Malaysia Sabah ‘08 International Business, Tourism. Tambah bangga, gw sebagai teman dan sahabatnya. *Itu sebelum pergi ke New Zealand seperti sekarang [2009].

Acap kali sebuah pertemuan selalu diakhiri perpisahan. Perpisahan yang ini bukan maksudnya buat tidak bertemu selamanya, tetapi Fikri yang melanjutkan kuliah di Negara Malaysia yang kebanyakan orang melayu-nya ini, harus butuh waktu lama buat berkumpul dengan kita-kita apalagi keluarganya. Bahkan setahun lebih melewatkan hari raya idul fitri, kita tidak bertemu dengan doi. Begitulah, kalao hidup di negeri orang.

Mengikuti jejak Fikri, walaupun gak keluar negeri, Jerpi dan Difa serta gw juga mulai menjauh dari kota yang membesarkan nama Causeway ini. Jerpi melanjutkan kuliah di Makasar sedangkan kita berdua, gw dan Difa meneruskan ke Semarang. Tambah sepi saja anak Cas di Samarinda. Miss u all my friends!

Berbicara soal fikri yang melanjutkan pendidikan kuliahnya di Luar Negeri, gw jadi termotivasi sekali atas ilmu yang dia dapat. Memang gak secara langsung peran orang tuanya dan soal keuangan dalam keluarganya sangat membantu sekali, berbeda dengan gw yang masih dibiayain orang lain. Sebenarnya, sudah sepantasnya gw harus lebih keras lagi mengejar cita-cita gw untuk melanjutkan pendidikan ke luar Negeri juga seperti Fikri. *Mudahan saja, Aminnn!!!

Pernah terdengar juga, kalao keluarga fikri pernah ditimpa masalah. Alhamdullah, bisa terlewati dengan baik. Badai pasti berlalu,*kaya film saja.Ternyata dari cerita fikri seringnya mengambil pendidikan di luar Indonesia tak lepas pula dari sang kaka yang juga mengambil pendidikan di luar Indonesia juga *kalao gak salah. Gak mengherankan. Tapi itulah namanya mengejar ilmu, selagi bisa dan ada kesempatan mengapa tidak untuk melewati tembok sebesar apapun. Tinggal bagaimana kesempatan itu gak dibuang percuma saja.

Ingat kata dosen gw kemaren. Perbedaan orang pintar dan cerdas. Orang pintar bisa dikatakan hanya pintar kepada salah satu jenis kegemaran atau ilmu. Sedangkan orang cerdas, bisa menggunakan semua ilmu yang dia dapat dalam kehidupan sehari-hari. Sangat jelas sekali perbedaan orang pintar dan orang cerdas. Pintar belum tentu bisa melakukan semua hal.

Tepat di malam natal ini, ada 2 sahabat gw yang merayakan Natal. Meyrano dan Jerpi. Semoga kalian menjadi lebih baik lagi dan menjadi manusia yang terkasih diantara manusia lainnya. Amiin.

Tadi sempat chatting bareng sahabat gw Fikri. Gw yang emang gak bodoh-bodoh amat soal bahasa inggris palingan mendapatkan nilai merah setiap pelajaran di SMP dulu mulai meminta resep jitu kepada doi. Kan tau sendiri bagaimana doi, hidup di luar negeri bersama-sama orang bule. Bukan pale lo!*wkwkwkw.Mao tahu bagaimana doi bisa pintar belajar bahasa Inggris. ni cerita chat barusan;


Gw : Apa kabar bro?

Fikri ; fine thx. sapa nih? ari kah?

Gw: disana kamu pake bahasa apa bro? *kali-kali bahasa jawa ato banjar ngarep.wkwkw

Fikri : bhasa sini.. bhsa apa? Hahaha..*mulai menggunakan bahasa inggrisnya

well, nothing to do. checking my fb

thre are a lot of wall wishing me happy bday

hundreds of them

i can’t reply them.. too much..

Gw : apaan tuh? *gak ngerti deh

Fikri : katanya mw bljar.. yg mn yg ga ngrti?

kadang2 bhs inggris ga bsa diartiin per kata as.. hahaha

Gw : jadi caranya biar simple gmn

Fikri: klo ak ya as dlu sring2 nnton film barat

Gw : trus..

Fikri: tu nglatih bgt pndengaran inggris..

trus scra ga langsung km bsa liat teks dbawahnya..

trus ya msuk ke otak artinya..

Gw : ohh gitu..aku ko gk mao ngnkap ya

Fikri: musik jg. ak jrang dger lagu indo kcuali emg bgus. ak bnyak dger lagu barat..

Gw: ohhh gt…lagu apa aj

Fikri : apa aja. jason mraz. james morrison. yg dr indo jg ada kdg2 bhs inggris..

Begitulah pelajaran yang gw dapat dari sahabat gw ni. Waahh gampang ya sebenarnya ya. Hahaha..sayang Otak gw aj yang mempet setiap hari padahal nonton DVD film barat, tetap saja buntu. Trims.

Original post klik di sini.

...

Saat ini, orangnya sudah menikah dan punya anak 1. Keluarga bahagia tentunya bila melihat berbagai foto-foto yang ditaruh di akun facebooknya. Semoga semua selalu diberi kesehatan dan murah rejeki.


Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini