Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ngambil Kuliah Malam, Tetap Masuk Pagi Juga


Pernah berpikir untuk ngambil kuliah malam hari? Saya pernah, tapi nggak jadi. Saya sedikit berbagi tentang apa yang terjadi disekitar saya, yang saya pikir itu mungkin menarik untuk diketahui.

Hari minggu pagi saat tidak lagi menonton film kartun favorit seperti Doraemon dan hanya memikirkan hari minggu identik dengan malas, saya terkejut saat seorang mengucapkan salam kemudian pergi.

Kuliah pagi? Hari minggu? Ada-ada saja. Hati saya berbisik dengan mata dan tangan yang masih di depan laptop.

Mendekat semester akhir

Semenjak Difa mengambil kuliah malam, saya merasa ia sudah bahagia karena jam tidurnya yang kebalik tidak lagi ada gangguan pagi hari.

Ternyata tidak sesuai harapan, ia bahkan belum tidur demi mengejar waktu bisa berkuliah pagi di hari minggu. Saya salut untuk itu. Keinginan dan tekadnya untuk segera lulus patut diberi jempol.

Kuliah malam selalu identik dengan jam malam. Tapi itu hanya beberapa semester di awal. Mendekati akhir-akhir kuliah, ternyata masuk pagi seperti Difa seolah tak terhindari. Ada saja mata kuliah yang menuntut mahasiswanya untuk bangun pagi.

Pilih mana?

Anda tidak akan tahu besok akan seperti apa. Setidaknya mengikuti arus dan tidak lari adalah bentuk penghormatan pada diri Anda sendiri, termasuk menghargai sang waktu.

Bila ditanya pilih kuliah pagi atau malam, kembali lagi pada keinginan Anda sendiri. Biasanya mereka yang kuliah malam diambil oleh alasan tertentu semisal mereka seorang pekerja.

Saya sendiri hanya bisa menjawab kuliah pagi itu lebih menyenangkan mengingat saya belum pernah kuliah malam. 

...

Kuliah malam ternyata ada ngambil kuliah pagi terutama mata kuliah tertentu. Saya pikir itu tidak konsisten, tapi semua kembali kepada dosen maupun mata kuliah yang diambil. 

Apakah kuliah pagi ada yang ngambil mata kuliah malam? Saya rasa tidak. Atau jangan - jangan selain saya, ada yang mengalaminya?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini