Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Shopping King Louis (2016) : Drama Korea Si Kaya & Si Miskin yang Buat Anda Selalu Tersenyum
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 7#, kategori Drama Korea] Saya tahu, waktu adalah uang. Dan itu sangat berharga. Namun bila Anda punya sedikit waktu dan berada dititik kebosanan yang melanda, mungkin boleh mencoba nonton film drama Korea ini. Menawarkan genre komedi, Anda akan menemukan sebuah ketulusan dalam sebuah hubungan.
Baru saja, awal bulan November, film ini berakhir dengan jumlah episodenya ada 16 bersamaan film Jealousy Incarnate yang bersaing ketat soal rating, mengingat waktu tayangnya sama yakni rabu dan kamis.
Cerita pemuda kaya yang hilang ingatan
Awalnya saya tidak tertarik karena judulnya. Namun karena pemerannya merupakan tokoh di film High School King of Savvy, Seo In-guk dan baru kenal waktu itu, saya mulai tertarik menontonnya. Termasuk aktor, Yoon Sang-Hyun yang sangat familiar di kepala saya.
Bingung nama-nama di atas karena Anda baru tahu. Oke, lupakan. Saya ceritain aja gimana review film Shopping King Louis ini langsung.
Seorang pria kaya dengan segala macam fasilitas dipertemukan dengan seorang wanita sederhana (miskin). Pertemuannya membuat cerita lebih menarik dari awal-awal film yang baru tayang.
Jangan berpikir pria kaya ini angkuh atau terkenal seantero negeri. Ia hanya pemuda yang mewarisi harta yang berasal dari neneknya dengan sifat-sifatnya yang membuat tawa. Bisa dibilang orangnya agak sedikit kurang pintar.
Kekurangan ini ternyata dibarengi sifat jeniusnya dalam hal berbelanja. Anda pasti sudah bisa menebak dari judulnya. Dan tiba-tiba, ia bertemu dengan perempuan biasa tadi dengan kondisi lupa ingatan.
Suka dengan pemain perempuannya ini, cantik dan adem
Keduanya menjadi kisah utama selama episode berjalan hingga akhir. Anda akan tertawa, gemes, tiba-tiba merasa romantis, kesal dan sebagainya. Si pria sangat bergantung pada si perempuan.
Akhirnya mereka jatuh cinta. Berbagai tantangan seperti biasa menghinggapi mereka. Tapi tidak dengan porsi yang buat Anda bakalan jengkel setengah mati seperti nonton FTV. Yang ada hanya akan membuat Anda terus tertawa.
Selain kisah mereka berdua yang harus juga mencari seseorang untuk mengungkap jati diri si pria yang kehilangan ingatan, film ini memasukkan beberapa cerita lain. Seperti tentang tetangga, bos kantor, keluarga dan si nenek bersama asistennya.
...
Film Shopping King Louis memang berakhir dengan manis. Namun ada satu sorotan yang menarik dari film ini tentang e-commerce. Ya, perkembangan belanja online saat ini di Indonesia terus bertumbuh dengan berbagai pemain besarnya.
Ada cara menarik untuk melihat sisi e-commerce saat ini dari film tersebut yaitu kekuatan komentar yang dapat mempengaruhi berbelanja sebagian orang. Realitanya ini memang seperti ini. Kalau Anda berbelanja tanpa memikirkan komentar dan rating, jangan harap mendapatkan barang yang menarik pastinya.
Sekarang Anda telah membaca review dari saya. Saya berharap Anda menemukan waktu yang tepat untuk menonton drama Korea ini. Karena saya yakin, tidak mudah meninggalkan tiap episode. Kecuali film ini masih tayang seminggu sekali (sayang film ini sudah berakhir).
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
[ Artikel 3#, kategori manajement ] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel. Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia. Sistem shift Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu. Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini. Dari blog exxotel.wordpress.com , saya menemukan durasi waktu untuk jam split sep...
[ Ini adalah artikel ke-6 kategori film Asia ] September ini, saya punya 1 rekomendasi film menarik yang alur ceritanya sangat saya sukai. Khususnya genre drama romantis dibalut komedi. Sebuah pertemuan yang tidak sengaja yang membuat keduanya saling suka.
[ Artikel 27#, kategori mini soccer ] Kamis minggu ini (17/9), tantangan main bola di lapangan mini soccer berbeda dari biasanya. Jika biasanya santai bisa langsung meluncur ke lapangan usai sholat Maghrib, kali ini saya sudah harus keluar rumah sejak sore hari. Alasannya sederhana: ada acara ASUS yang kembali datang ke Kota Semarang. Sebagai blogger yang tergabung dalam komunitas mereka, tentu momentum seperti ini sulit untuk dilewatkan. Alhasil, Kamis malam kemarin fokus dan konsentrasi harus terbagi dua antara menghadiri acara di Hotel Tentrem dan mengejar kick-off mini soccer di Lapangan Barito. Tidak mudah, dan jelas ada yang harus dikorbankan—terutama stamina dan manajemen waktu yang super mepet. Dilema makin terasa ketika pengurus tim memajukan jadwal main dari yang biasanya jam 7 malam menjadi jam 6 malam. Sungguh pilihan yang bikin kepikiran karena jeda waktunya makin terbatas. Undangan acara ASUS sendiri tertera jam 4 sore. Tapi ya kita tahu sendiri, acara jarang yang bisa...
Komentar
Posting Komentar