Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Aktivitas] Hadir di Grand Opening Hazotel Semarang


[Artikel 40#, kategori aktivitas] Satu lagi hotel di Semarang berkonsep Syariah setelah hotel Semesta yang saya tahu. Hari Sabtu kemarin, tanggal 15 April, saya turut hadir di Hazotel yang beralamat di jalan Durian Raya No.2, Banyumanik.

Sebenarnya saya enggan menghadiri acara yang berhubungan dengan Semarang atas. Karna ini undangan resmi, malam sabtunya baru dapat via email, saya akhirnya memastikan hadir.

Acara di undangan sekitar pukul 8 pagi, saya pikir harus datang lebih awal atau setidaknya tepat waktu. Namun seperti biasa, acara molor. Dan saya baru ngeh yang ngundang ternyata pernah kenal. Marketing yang bekerja di sebuah pusat oleh-oleh dulunya. Entah apa kabar Sekarang, apakah masih di sana atau tidak.

Ternyata hari ini juga acara dibarengin dengan acara semacam workshop dengan tema membuat video lewat Smartphone. Ah, saya belum tertarik dengan acara ini.


Meski harus merogoh kocek 50 ribu untuk ke sini, dan pulang hanya mendapatkan voucher makanan kalau makan di sana dengan syarat harus habis berapa ratus, setidaknya saya menghargai yang mengundang. Karna dalam daftar undangan untuk bloger cuma 1 diantara awak media yang diundang.

Pada akhirnya bloger perempuan yang datang karna acara workshop sudah membantu promosi hotel berbintang satu ini. Saya lihat media sosial mereka sangat update dengan suasana hotel. Bahkan saya saja malah belum update via media sosial, selain live tweet acara via Twitter Livedotsemarang.

Terima kasih atas undangannya. 
Sukses buat hotel barunya.

...

Postingan ini bukan menulis review Hazotel, karena ini adalah postingan aktivitas saya saja sebagai pemilik blog dotsemarang. Untuk review hotel yang memiliki resto bernama Hazelnut ini nanti saya taruh di blog dotsemarang. Jadi ditunggu saja waktunya.

Sayangnya, acara seperti ini membuat saya sama seperti jurnalis pada umumnya meski saya bloger. Saya berharapnya bisa mencoba kamar, setidaknya menginap ketimbang diberi voucher makan. Apalagi makan di sana juga, dan saya tentu tidak akan makan di sana karena ada syarat tertentu untuk menggunakannya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini