Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Aktivitas] Hadir di Acara Kaskus - Kuskus Roadshow Semarang
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 36#, kategori aktivitas] Postingan ini berisi video singkat. Kalau mau lanjut, silahkan klik Continue Reading. Saya memulai bulan April dengan aktivitas ini, pas banget malam minggu.
Ada pertanyaan menggelitik di akun Facebook saya setelah saya share keberadaan lokasi saya saat hadir di sini. Sebuah komentar yang mungkin juga ada sebagian dari netizen di era Millenials yang bertanya sama, Kaskus masih hidup alias masih ada?
Yup, mereka masih eksis. Buktinya, saya hadir di acara mereka (1/4/2017) yang sedang melakukan roadshow di ibukota Jawa Tengah, Semarang. Suasananya bisa kamu lihat di video singkat di bawah ini.
Bukan member setia Kaskus
Saya sendiri merupakan bukan member sejati Kaskus, apalagi setia. Saya pernah gunakan Kaskus dan sampai sekarang saya selalu mendapatkan email dengan informasi terupdatenya. Mirip-mirip Google Alert yang saya gunakan.
Meski tidak aktif di forum, saya kenal beberapa teman Kaskus Regional Semarang yang dulunya sering terhubung saat berkomunitas. Alhamdulillah, di acara ini saya bisa bertemu dengan salah satu member Kaskus Regional Semarang.
Menghabiskan malam minggu di Hotel Holiday Inn Ekspress
Acara ini sendiri ditujukan kepada para member sebenarnya. Namun entahlah, mengapa saya turut hadir. Lumayan menginjakkan kaki di hotel Holiday Semarang yang ada di jalan Ahmad Yani. Saya seperti mengumpulkan stamp untuk sepeda saya di hotel.
Semarang merupakan kota ketiga (kalau nggak salah) yang menjadi target 10 kota roadshow Kaskus Kuskus yang nantinya berakhir di Jakarta. Alhamdulillah, Semarang tidak terlewati. *Obrolan saya dan beberapa teman. Tahun lalu ternyata juga pernah.
Acara ini juga semacam menjawab buat mereka yang lama tidak mengakses Kaskus kalau mereka masih hidup. Dan lewat acara ini juga, Kaskus terus berupaya mengambil kesempatan dari tren ecommerce yang bisa dibilang saat ini mereka ketinggalan jauh sama situs-situs jual beli.
Tujuan utama hadir
Saya bersikeras hadir mematahkan rekor saya yang biasanya dihabiskan malam minggu hanya di rumah sambil nonton bola. Apalagi jam 9 malamnya, Manchester United main. Siapa tidak kesal kalau harus pergi meninggalkan waktu nonton.
Tapi tak masalah. Jam acaranya juga dari jam 6 malam, bisa ikutan sebelum jam 9 malam. Acara sendiri baru dimulai jam 7 malam setelah makan malam. Sayangnya, saya malas makan demi diet. Padahal enak-enak makanannya.
Tujuan utama saya datang adalah mengincar konten tentang Lion Parcel. Jasa pengiriman yang dimiliki keluarga Lion ini menarik dan saya baru tahu. Padahal saat saya ngobrol dengan salah satu karyawannya di Semarang di acara ini, Parcel sendiri sudah ada 3 tahun lalu. Namun untuk penetrasi di Semarang, memang baru tahun ini dimaksimalkan.
Saya memang sangat tertarik dengan Lion Parcel. Bisa dibayangkan kalau selama ini yang saya tahu cuma JNE, POS dan Tiki, kini malah tahu tentang jasa pengiriman Lion Parcel. Yang tentu dalam kelebihannya yang memiliki pesawat sendiri, mereka lebih unggul dari jasa pengiriman yang lain.
Soal kelemahan dari yang saya dengarkan selama acara, masih sebatas daerah tercakup yang belum luas. Maklum, mereka selain baru juga harus mengetahui apakah daerah tersebut sudah bisa terhubung dengan Pesawat mereka yang parkir di bandara. Kalau nggak ada bandara, sepertinya lama juga.
...
Sementara ini dulu. Review lengkapnya nanti saya taruh di blog dotsemarang. Selain bertemu dengan member Kaskus Regional Semarang, saya juga malah ketemu Ismi dan Erina. Lalu ketemu juga sama Wahyu Asyari alias Airyz. Hmm..kalian berdua memanfaatkan malam minggu di sini.
Oh ya, ada juga ketemu sama teman Instagram yang selalu bersama pasangannya. Tiap event selalu bertemu. Siapa ya namanya, lupa sampai-sampai.
KUSKUS adalah sebuah kegiatan yang diadakan untuk mengundang Agan-agan para seller yang sudah berkecimpung di dunia jual beli. Buat Agan yang udah profesional soal jual beli ataupun Kaskuser yang baru punya niatan dan masih setengah hati untuk jualan, boleh banget untuk ikutan acara ini.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Artikel 4#, kategori kopi ] Sebagai peminum kopi sachet yang berharap dapat harga lebih murah, saya tercengang bulan ini karena harganya naik. Dulu, saya bisa mendapatkannya hanya Rp6.500 saja. Sekarang? Harganya naik jadi Rp8.800. Beberapa tempat mungkin berbeda, bahkan lebih mahal. Kopi andalan dengan merek Nescafe Classic ini biasanya saya minum 2x sehari. Sekarang kudu mikir lagi. Nilai tukar rupiah melemah Saya sempat bertanya kepada pemilik warung kelontong di dekat tempat tinggal alasan harga kopi ini jadi naik harganya. Katanya itu dampak dari nilai tukar rupiah sedang melemah. Sebagai orang yang bukan dari kalangan ekonom, tentu saya tidak terlalu mengerti. Nilai rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat ternyata sangat berdampak dengan kondisi barang-barang yang jadi naik katanya. Nilai rupiah sekarang, saat tulisan ini saya posting , berada di angka 16 ribuan lebih untuk nilai 1 dollar-nya. Sepertinya itu tinggi sekali, bukan? Tidak ada ampas Ada banyak merek sebenarn...
[ Artikel 3#, kategori manajement ] Mendengar istilah split, pikiran saya tertuju pada fitur video editor yang sering digunakan untuk membuat potongan video. Namun kali ini sedikit berbeda. Istilah ini merujuk pada jadwal atau absensi karyawan, terutama tentang hotel. Tulisan ini bukan tentang pengalaman saya yang sedang bekerja di hotel. Bukan, bukan. Saya masih tetap seorang pemilik blog saja atau bloger. Istilah ini saya dengar dari Dia. Sistem shift Saya benar-benar tidak mengerti awalnya ketika dia bercerita dan menderita karena sistem shift ini. Sebagai anak trainee, ia sebenarnya juga bukan kali ini memiliki pengalaman seperti ini. Hanya saja, saya yang ikut mendengarnya merasakan betapa tidak menyenangkan ketika dia mendapatkan jam split dalam kurun waktu tertentu. Dan sekarang saya sudah mengerti. Dan mencoba memahami segala aktivitasnya ketika ia mendapat giliran jam kerja seperti ini. Dari blog exxotel.wordpress.com , saya menemukan durasi waktu untuk jam split sep...
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
Komentar
Posting Komentar