Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sang Fantasista yang Meruntuhkan Calon Raja Baru di La Liga di Musim 2016/2017


El Clasico kembali digelar tanggal 24 April 2017 dan memberi banyak kejutan. Khususnya sang Fantasista yang berhasil meruntuhkan calon raja baru di La Liga musim ini, Real Madrid. Kontribusi 2 golnya menambah derita kapten lawan yang sudah harus terusir dari lapangan di menit 77.

Dunia kembali teralihkan oleh perhelatan akbar pertandingan yang berisi 2 pemain terbaik dunia saat ini. Sebagai penggemar Ronaldo, wajar saya mendukung Real Madrid sebagai tuan rumah memetik kemenangan. Namun di sisi lain, pemain jenius yang tak dipungkiri merupakan Fantasista terhebat di dunia ada di klub lawan, Barcelona.

Kejar-kejaran skor

Santiago Bernebau menjadi saksi kehebatan Lionel Messi. Sang Fantasista pun sampai berdarah-darah menyelesaikan misinya mengalahkan tuan rumah yang sempat berharap lebih pada sosok Casemiro yang mencetak gol perdana di babak pertama. Sayangnya, gol tersebut langsung dibalas oleh sang Fantasista yang menutup pertandingan babak pertama dengan skor 1-1.

Babak kedua dimulai, Ronaldo yang masih tidak dapat mencetak gol harus memasang wajah bete setelah gol Rakitic menit 73 menipiskan harapan Real Madrid gagal memimpin klasmen.

Beruntungnya Madrid punya pemain sekelas James yang sebenarnya menurut saya termasuk jajaran Fantasista. Golnya di menit 85 membuat skor sama imbang yaitu 2-2. Pekerjaan yang dilakukan Marcelo dituntaskan dengan sangat baik lewat akselarasi yang tiba-tiba menyambut bola tanpa ada yang mengawal.


Santiago Bernebau bergemuruh!
Apakah ini pertanda hasil seri akan dipaksakan menutup pertandingan kali ini?

Ah, tidak. Sang Fantasista kembali beraksi. Kekurangan pemain Madrid setelah terusirnya sang Kapten mampu dimaksimalkan dengan baik oleh kubu Barcelona untuk terus menekan. Dan hasilnya... 

Fantasista Messi mencetak gol di menit 90+1.

Dan gol tersebut menutup pertandingan yang membuat Barcelona akhirnya menduduki peringkat teratas klasmen sementara La Liga. Real Madrid selalu tidak berdaya kala sang Fantasista bermain dengan semangat tinggi. 

Ini pertandingan milik sang Fantasista.
Aksi golnya dengan buka kaos layaknya menjemur pakaian pun menjadi viral di dunia maya.

...

Sedih rasanya melihat tim favorit kalah di kandang sendiri. Apalagi misi Real Madrid musim ini merengkuh juara yang selama ini dipegang Barcelona 2 musim berturut-turut. Ini adalah momentum tepat buat Madrid juara musim 2016/2017.

Meski begitu, melihat sang Fantasista berhasil mengubah papan skor dan membawa timnya menang adalah kebahagiaan tersendiri buat saya. Saya berharap terus menikmati keajaiban yang dilakukan pemain tipe-tipe Fantasista seperti ini.

Mengumpulkan Pemain Bola Bertipe Fantasista 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini