Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Liputan Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh 2017


[Artikel 37#, kategori aktivitas] Saya selalu menyukai event yang berhubungan dengan karnaval atau pawai. Dan beruntungnya kali ini, senjata saya, Zenfone 3, sangat tangguh menghadapi rintangan saat mengambil gambar. Termasuk para pengganggu.

Tanggal 2 April 2017, event ini diselenggarakan meski awalnya tercatat di buku Agenda kota Semarang tahun 2017 pada bulan Maret. 

Tahun ini merupakan kedua kalinya saya liputan secara langsung. Bedanya dengan sebelumnya, pawainya diselenggarakan mulai dari Gereja Blenduk dan sekarang dari titik nol kilometer atau depan gedung keuangan samping kantor pos besar.

Waktu acara masih sama, yaitu siang hari. Lumayan sehat kalau naik sepeda siang-siang begini. Tapi saya menikmatinya seperti biasa.

Tiba di Kota Lama, jalanan sudah ditutup dari hotel Raden Patah (patokannya). Bagus juga menurut saya, biar antisipasinya gak kebablasan saat kendaraan masuk. Namun ternyata, masih ada aja kendaraan yang kebingungan saat tahu bahwa jalurnya sedang ramai digunakan buat acara.

Selama acara, saya bertemu dengan beberapa orang. Termasuk wartawan. Mereka tentu lebih sigap daripada saya untuk mengabadikan yang paling berharga.

Saya masih sendiri tiap acara  tanpa teman-teman bloger. Mungkin ada yang nggak tahu atau ada juga yang kurang tertarik dengan event seperti ini. Semoga saja tidak. Menurut saya event ini merupakan konten yang sangat-sangat bagus.

Acara saya ikuti hanya sampai simpang dekat Paragon Mall. Padahal arak-arakannya berakhir di Balaikota. Bukan tanpa alasan selain lelah juga. Memori hape saya ternyata full. Saya lupa mengosongkan meski sisanya masih diatas 5 GB. Ini pelajaran berharga buat saya kedepannya.

Jangan cari review acaranya di blog saya ini. Saya pasti hanya menaruh di blog dotsemarang untuk review seperti ini. 

A post shared by Asmari (@asmaridexter) on

Terima kasih sudah membaca postingan ini. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini