Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jalan Pramuka, Kawasan Tempat Makan Murah di Samarinda



Bila di Semarang yang terkenal kawasan untuk mahasiswanya adalah Tembalang, maka di Samarinda namanya Pramuka. Nama jalan / daerah ini identik dengan tempat makan dan nongkrong yang pas buat mahasiswa. Rekomendasi buat yang sedang cari buat makan tapi harga bersahabat.

Kantong yang mulai menipis memang menjadi alasan tersendiri buat saya yang sedang berada di Samarinda. Andai di sini ada warteg pasti lain ceritanya. Tapi mungkin saja harganya juga tetap tidak murah.

Niat itu ternyata kesampaian saat adik bungsu saya membawa ke daerah yang bernama jalan Pramuka. Lama tidak kesini membuat saya takjub. Kawasan ini benar-benar hidup sekarang. Semua aspek ekonomi rakyat hadir di sini. Seperti kolam yang berusaha mewadahi ikan-ikan dengan prosfek masa depan yang menguntungkan.

Warung makan Ridho Ilahi

Bangunannya sangat sederhana, semacam rumah. Kurang lebih sama dengan warteg-warteg yang ada di Semarang. Termasuk penyajian makanannya. Pilih ini pilih itu, tinggal bilang saja. Selesai makan, bilang deh makan apa saja. Sama kan seperti warteg.


Seperti warteg tapi bukan warteg

Ini adalah tempat makan yang direkomendasikan adik saya. Katanya di daerah Pramuka, ia sering makan di sini saat pulang sekolah. Saya melihatnya sepertinya ini memang murah.

Ya, pilihan ada pada pengunjung yang mau makan jadinya. Mau lebih murah lagi, tentu yang dipilih tidak begitu banyak ragam kulinernya. Kalau perlu makan nasi dan kuah, hehe..

...

Selama 1 bulan di Samarinda, saya cuma mampir kesini sekali. Sebenarnya pengen lagi dan melihat potensialnya kawasan ini membuat saya tergiur untuk membrandingnya. Tapi pikir-pikir ntar saja. Saya masih ada yang lain dulu untuk dikerjakan.

Buat teman-teman yang nyasar ke halaman blog ini, mungkin bisa dicoba. Lokasinya sendiri bila dari mall Lembuswana adalah menuju ke stadion Sempaja. Lebih simple lagi, gunakan aplikasi petunjuk jalan saja agar lebih cepat. Soal koneksi Internet, saya sudah menuliskannya juga di page Samarinda di SINI.

Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini