Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Apakah saya memikirkan sebuah hubungan dengan lawan jenis?


[Ini adalah artikel ke-12 kategori Pria 30 tahun] Ya, saya selalu memikirkan siapa pasangan saya kelak. Bahkan, Tuhan pun saya ajak mendengarkan curhat saya saat tunduk kepada-Nya. Lalu, kenapa saya masih single di usia dimana banyak pria sudah memiliki masa depan bersama pasangan.

Bila menilai diri sendiri, saya mudah bergaul dan dikelilingi teman-teman wanita. Semuanya baik dan mudah diajak bergaul. Satu-satunya titik dimana saya ragu adalah saat bersama wanita yang dianggap seleb.

Saya selalu berpikir bagaimana menghidupi dirinya dengan banyak biaya merawat dirinya dan kepuasan saat berbelanja. Saya, bukan seorang pengusaha muda yang mandiri atau lahir dari keluarga berada.

Saya sangat serius memikirkan hubungan. Bisa berbagi keluh kesah, perhatian dan mengiriminya ucapan selamat pagi. Saya senang melakukannya.

Bagi saya memiliki pasangan seperti energi yang selalu menguatkan saya untuk terus berdiri dan mengatakan semangat.

Di sisi lain, keinginan itu selalu terbentur dengan yang namanya apakah kita cocok? Era modern buat saya selalu melihat wanita masih sama. Bila ada yang berbeda, itu seperti data statistik yang menaruh perbandingan 1 : 10.

Saya sangat berharap sekali punya pasangan dan serius. Meski menomorduakan kecantikan, saya tetap memasukkan kriteria tersebut ke daftar kriteria jodoh saya.

Selain cantik, saya ingin punya pasangan yang tidak menyerah begitu saja. Ada siang dan ada malam, begitu juga kehidupan. Hari ini bilang sayang, besok malah menghilang.

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini