Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kerjasama dengan Dotsemarang; Dibayar voucher


[Artikel #72, kategori dotsemarang] Kadang saya jengkel juga ketika diajak kerjasama hanya dibayar voucher, plus liputan. Meski saya tidak mengharamkan voucher, seperti nginap di hotel atau makanan, tetap saja dapat voucher sama saja merugikan saya sebagai pemilik dotsemarang. Hei, kak. Saya mengerti betapa sulitnya mengeluarkan biaya, tapi juga harus masuk akal juga kan untuk kerjasama personal ini.

Gedung tinggi besar dan bertaraf bintang tak menjamin ada dana segar untuk membayar seorang bloger untuk mengkampanyekan kegiatan mereka. Tidak ada yang salah sebenarnya, semua ingin mendapakan seminim mungkin dan se-optimal mungkin.

Akhirnya saya tetap menolak meski kerjasama itu bisa sedikit menambah prestasi dan portofolio saya dalam membangun branding untuk dotsemarang. Mengecewakan sebenarnya setelah mengatakan lain kali untuk menolak dalam bahasa halus, tapi ini sebuah solusi terbaik saat itu.

Ya, mau gimana lagi. Kerjasama bagus itu digelar di Semarang atas. Tentu kendala pertama yang saya hadapi adalah transportasi. Untuk menggunakan transportasi, itu butuh biaya. Makanya saya senang ketika ikut acara ada dibayar soal transportasi.

Ini yang luput dari para pihak yang ingin bekerjasama. Selain mereka tidak memikirkan bahwa dotsemarang merupakan akun personal, bukan kelompok atau komunitas, mereka juga tidak memikirkan dana yang dikeluarkan untuk kampanye tersebut.

Dalih voucher sebenarnya juga merugikan saya sebagai bloger. Ini kadang menjadikan pihak kerjasama tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk aktivitas kampanye mereka. Dan tipe bloger saat disuguhi sesuatu yang menarik, biasanya akan langsung memasukkannya dalam daftar postingan berikutnya, seperti kamar hotel, tempat makan, hidangan atau hal menarik lainnya.

Semua itu tanpa disuruh akan dibawa bloger dalam blognya. Untung dua kali, bukan! Pemilik blog, seperti saya contohnya, seharusnya bisa dimasukkan kategori orang baik. Yang tiap menarik selalu tanpa dipikir panjang atau disuruh akan senantiasa memasukkannya dalam antrian posting blog berikutnya. Ini yang ingin saya hindari.

*Gambar : ilustrasi
...

Tentu pengalaman ini mungkin saja dirasakan bloger lain atau konten kreator lainnya juga, seperti Youtubers, selebgram, buzzer dan sebagainya. Mohon maklum untuk ini. Manusia yang memanusiakan itu lebih baik tentunya.

Apakah kamu mengalaminya juga?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini