Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kecanduan Games Smartphone, Sangat Tidak Baik


[Artikel 11#, kategori Amir] Melihat banyak manfaat bermain games, tentu saya tidak melihat semua orang yang bermain games salah. Sayangnya segelintir orang harus berada dititik yang harus menerima akibat buruk dari games yang saat ini sangat mudah dimainkan hanya lewat smartphone. Semoga ini hanya sesaat.

Lama nggak bercerita tentang nih, orang. Terakhir menulis tentangnya saat ia merayakan hari jadi di awal tahun. Saya pikir, menuliskan kisah hidup seseorang yang kebanyakan negatif kadang nggak baik. Tapi menulis yang positif itu ternyata sulit, juga.

Ia, baik-baik saja bila ada yang menanyakan kabarnya sekarang. Selain hobinya menonton film Korea Drama seperti saya, ia juga menggandrungi games. Semua orang menyukai games, entah mengapa saya tidak.

Malam itu, kami tampak kesal saat rencana yang sudah dibuat dengan baik bermasalah karena hal kecil, satu orang. Waktu yang seharusnya sudah berangkat sedikit tertunda karena orang yang kami ajak menunda beberapa menit karena bermain games.

Ancaman mematikan Hotspot rumah agar berhenti adalah kata-kata serius betapa kesalnya seseorang karena hal sederhana yang dibuat. Saya tak bisa berbuat apa-apa untuk kondisi ini. Apalagi orangnya memang harus dimengerti. Dan permainan yang dimainkan memang tak boleh di stop.

Sebagai orang awam soal games, saya tentu kesal juga. Namun sebagai pecandu games, ia tidak bisa disalahkan karena fasilitas yang ada disekelilingnya memang mendukungnya untuk bermain.

Gambar : Ilustrasi
...

Hari ini, saya belajar lagi arti kesabaran dan mencoba melihat hal-hal baik saat seseorang merasa ditunggu. Bahasa gaul anak gue lo lo (entah mengapa saya risih sekarang ini), nggak ada lo itu nggak rame, broh!

Mungkin kita bisa menyukai orang dengan waktu yang lama, tapi saat membenci, kita hanya butuh beberapa menit saja. Jangan biarkan kebencian membuat kita kehilangan orang-orang yang mengisi kekosongan dalam hidup.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet