Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menulis Menaikkan Level Intuisi


Pernah mendengar istilah intuisi? Bila belum, mungkin bisa cari tahu disini. Bila sudah, artikel ini ada sedikit info. Cukuplah buatmu memahami sedikit saja. Silahkan dilanjut.

Intuisi adalah mendengar suara dalam diri yang terkadang bisa berbicara sendiri. Intuisi terkadang sangat penting, salah satunya berdamai dengan diri sendiri atau juga, saat mengambil keputusan.

Tulisan ini sengaja dibuat karena terinspirasi dari laman intisari-online.com yang membahas intuisi. Disana dijelaskan bagaimana caranya meningkatkan intuisi. Kalau penasaran langsung saja klik disini* untuk langsung menuju halaman tersebut. *Link-nya sudah tidak tersedia.

Lalu, kamu yang masih melanjutkan membaca ini mungkin saya hanya membagi salah satu manfaatnya dari apa yang biasa saya lakukan yaitu menulis. Yah, sebagian orang mengetahui saya adalah blogger karena saya sendirilah yang sering mengatakannya.

Dengan menulis, suara-suara dalam diri saya makin sering saya dengarkan. Di satu sisi saya akan mencatatnya agar tidak lupa saat ia mengatakan sesuatu, dan satu sisi lain saya membiarkannya lalu lalang begitu saja.

Bila membaca saran dari laman intisari, kita memang disuruh menulis. Intuisi kadang muncul tak begitu jelas dan mudah hilang. Rasa percaya kita kepada intuisi kadang kurang kuat sehingga pesannya cepat hilang dan pergi. Menulis bisa membuat intuisi kembali dan juga meningkatkan sistem keaktifan di otak.

Bagaimana, apakah kamu sering mendengar dirimu berbicara dari dalam? Tidak mau kehilangan suara tersebut. Mungkin menulis adalah salah satu caranya. 

Saya terkadang mendengarnya saat di jalan lalu menuliskannya lewat smartphone saya. Saya sering kehilangan intuisi bila tidak dicatat. Dan intuisi itu mengeluarkan banyak ide-ide yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Mau mencoba?

📝 Halaman ini sudah saya perbarui pada tanggal 15 Juli 2024.

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini